Kamis, 18 Desember 2008

dental phobia : rasa takut yang berlebihan ke dokter gigi



Dental phobia atau rasa takut yang berlebihan untuk melakukan perawatan gigi dan mulut merupakan suatu kondisi yang agak serius yang mempengaruhi sebagian besar populasi yang biasanya jarang berkunjung ke dokter gigi atau mendapatkan informasi yang salah tentang perawatan gigi dan mulut yang memadai.



Beberapa orang akan sangat takut sekali untuk melakukkan perawatan pada geligi mereka oleh karena mereka akan memikirkan penderitaan yang akan dialami pada geligi mereka. Beberapa dokter gigi mengatakan bahwa seseorang dengan kecemasan yang berlebihan ini biasanya mempunyai masalah dengan infeksi gusi dan penyakit gusi lainnya. Jadi, alangkah baiknya untuk mengunjungi dokter gigi anda secara teratur agar bisa menekan rasa takut ini dan menghindari penyakit gusi yang mungkin timbul lebih lanjut. Dengan ilmu kedokteran gigi modern seperti sekarang, rasa sakit akan bisa dieliminir dengan sebaik baiknya.



Kenapa takut dokter gigi ?



Terdapat beberapa alsan kenapa orang takut ke dokter gigi, diantaranya yang paling sangat sederhana adalah : bau atau aroma atau juga kondisi ruangan dimana mengingatkan mereka akan perawatan ( di dokter gigi sebelumnya )yang mereka lakukan dulu yang terasa menyakitkan , meskipun pada saat berobat sekarang mereka mendatangi dokter gigi yang paling hebat sekalipun dengan pelayanan modern yang tidak sakit sama sekali.



Alasan yang lainnya pada umumnya sebagai berikut :





  • Pengalaman yang tidak menyenangkan sebelumnya : Anda kemungkinan mempunyai pengalaman yang menyakitkan dengan prosedur sebelumnya, atau konflik dengan staff atau mungkin juga dengan dokter giginya.( walaahhhh....!!! )



  • Anda malu dengan kesehatan dan kondisi gigi mulut anda sendiri : Anda melupakan kesehatan rongga mulut anda, dan anda akan mengira bahwa dokter gigi akan mengatakan sesuatu yang memalukan tentang keadaan rongga mulut anda. ( emang siapa yang mau bilang gitu hehehe )



  • aNDa kemungkinan sangat takut dengan peralatan gigi yang akan dimasukkan ke mulut anda, hal ini memicu terjadinya reflek menutup mulut .



  • karena Dokter gigi yang tidak simpatik, anda kemungkinan mengalami hal ini dan tidak ingin kembali ke dokter gigi walaupun ke dokter gigi yang lainnya.( jadi kena imbasnya dunk saya heheheh )



  • Anda mungkin takut karena strereotipe atau cerita yang salah tentang dokter gigi dan prosedurnya dari orang lain diselkitar anda.


Beikut ini hal hal yang mungkin bisa membantu anda untuk mengatasi kecemasan tersebut diatas :



a.Komunikasikan tentang ketakutan anda : dokter gigi yang mempunyai sifat pendengar yang baik akan mendengarkan segala keluh kesah anda



b. Minta dokter gigi anda menerangkan prosedur yang akan dilakukan secara bertahap, dan minta dia menerangkannya dengan bahasa yang mudah untuk dimengerti.Itu merupakan hak a nda sebagai apsien. jadi pilih dokter gigi yang telaten untuk melakukan hal ini.( saya , contohnya ..heheheh )



c.Coba untuk terbuka dan jujur ke dokter gigi anda, bila anda memang jarang melakukan perawatan pada geligi anda sebelumnya. Sehingga dokter gigi yang notabene merupakan individu yang berbeda akan tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa membuat anda merasa tidak nyaman. Beberapa klinik dokter gigi membuat ruangan mereka menjadi nyaman, menyetel musik yang lembut , ruangan ber AC dan sebagainya untuk kenyaman pasien2 mereka.



d.Dokter gigi menggunakan tehnik yang sudah maju, contohnya dengan penggunan citoject untuk melalukan anestesia, dan mengulaskan salep anestesia( topikal anestesia) sebelum dinjeksikan jarum ke dalam rongga mulut.



e.Tehnik sedasi, yaitu dengan menggunakan obat obatan yang dikonsumsi sebelum dilakukan perawatan gigi, minta lah ke dokter anda bila anda menginginkan sedasi ini.





oooOOOooo





http://www.cosmeticdentistryguide.co.uk/anxious.html