Sabtu, 16 Mei 2009

teeth whitening/bleaching/pemutihan gigi


Tooth bleaching,juga dikenal dengan tooth whitening, merupakan prosedur umum di kedokteran gigi.

Gigi sulung atau gigi anak umumnya lebih putih dibanding gigi dewasa,kemudian dengan bertambahnya umur ,gigi akan menjadi lebih gelap. Perubahan ini disebabkan oleh karena perubahan struktur enamel yang menjadi lebih porous/berpori. Kemudian gigi juga bertambah gelap oleh karena terkena pigmen bakter, sisa makanan dan juga minuman berwarna juga penggunaan tembakau.

Pemutihan gigi menggunakan hydrogen peroxide atau carbamide peroxide
(H2O2), Cairan ini adalah berwarna biru pucat , bila dicampurkan dengan cairan lain tidak memberikan warna, lebih encer dibanding air dan mempunyai sifat asam lemah tetapi mempunyai daya oksidasi yang kuat dan merupakan bahan pemutih yang kuat.
3% H
2O2 digunakan dalam kedokteran untuk membersihkan luka, menghilangkan jaringan mati dan sebagai bahan debridement, bahaya bila tertelan...!!!.
B
ahan ini mencerahkan bayangan gigi, bahan pengoksidasi masuk ke struktur kristal seperti batang pada enamel dan mengoksidasi tumpukan stain interprismatik, kemudian selanjutnya dentine juga akan terkena zat ini dan menyebabkan efek pemutih.
Pemutih gigi ini mampu bertahan lima sampai tujuh tahun tergantung dari pola makanan dari seseorang. ( perokok, konsumsi teh atau kopi dan minuman berwarna lainnya mempercepat penghilangan efek dari pemutih ini )


Methods

terdapat 2 metode bleaching :

1. Aplikasi agent pengoksidasi konsentrasi tinggi yang dilakukan di klinik.
keuntungan : efek cepat tetapi sangat iritatif ke jaringan gusi dan jaringan lunak--> makanya prosedur ini dilakukan oleh dokter gigi.
Bahan yang dipergunakan mengandung 35% hidrogen peroksida.
Bisanya prosedur ini menggunakan sinar/light cured untuk aplikasinya.

2. Pemutih dengan sistem ringan ( walking bleach ) : digunakan dirumah oleh pasien. bahan yang dipergunakan menggunakan 10% hidrogen peroksid.
Item no.2 bisa memicu terjadinya overbleach oleh karena ke tidaktahuan dari pasien sendiri.hati- hati..!!!

Keadaan yang tidak menghasilkan respon yang baik terhadap bleaching :

1. Karena stain tetrasiklin
2. White spot ( cikal bakal karies )>>> akan semakin nampak.
3. Keadaan patologis lain juga menyulitkan bleaching >> karies gigi atau gusi yang terinfeksi.
4, Bila warna gigi sebelumnya keabu abuan
Gambar diatas adalah porositas enamel ketika dilakukan bleaching.

Efek samping bleaching :
1.chemical burn pada jaringan lunak
2. gigi menjadi sensitif
3.REbound efek dalam waktu 30 hari
4.Overbleaching>>> gigi terlalu putih ( pada home bleaching )
awas hati hati gel bleaching bisa tertelan pada home aplication bleaching

hati hati dengan :
1.gusi yang mengalami resesi ( resesi ginggiva )
2.alergi terhadap bahan bleaching
3.tidak dianjurkan untuk anak dibawah 16 tahun
4.tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui

Internal bleaching

adalah prosedur setelah dilakukan perawatan saluran akar ( Endodontic treatment ) pada gigi yang non vital.
Internal bleaching dipergunakan untuk mencerahkan warna gigi dari dalam setelah gigi tersebut dilakukan endodontic treatment.
Bahan pemutih diletakkan didaerah koronal ( mahkota ) dari gigi untuk menghilangkan diskolorasi yang terbentuk.
Diskolorasi pada gigi juga disebabkan oleh bahan tumpatan yang dipergunakan, sebagai contoh : amalgam ; bisa menyebabkan perubahan ( diskolorasi ) pada gigi. Diskolorasi yang terdapat pada pulpa bisa disebabkan oleh pendarahan didalam pulpa gigi, jaringan pulpa yang nekrotik, ataupun terbentuknya sekunder dentin yang warnanya lebih kekuning kuningan dan juga bisa disebabkan karena adanya internal resorbsi.

Pada gigi dengan kondisi seperti ini bleaching tidak menyebabkan rasa ngilu oleh karena pulpa telah non vital ( mati )

Jadi karena banyak sekali efek yang ditimbulkan bleaching ini, lebih baik anda ke dokter gigi bila ingin memutihkan gigi anda.
Dan yang penting jangan cari gampangnya dengan menaruh bedak pada gigi anda bila ingin putih...hehehehe.......
oke semoga bermanfaat....!! salam dahsyattt!!!!