Minggu, 13 Juli 2008

tentang gigi sulung

Dok..bisa dijelasin tentang apa gigi susu? Apa benar gigi susu pada anak kecil akan tanggal semua saat usia anak-anak,sehingga gigi yang kurang baik susunannya bisa diatur kembali. Tips supaya gigi anak tidak berlubang dan teratur, gimana dok?

Jawab:

1. Gigi susu atau sering juga disebut gigi sulung adalah gigi yang tumbuh perlahan sejak bayi masih berada dalam kandungan, yang berfungsi untuk mengunyah guna membantu memudahkan pencernaan dan penyerapan zat gizi makanan.
2. Tidak selamanya gigi susu pada anak-anak akan tanggal semua. Pada beberapa kasus, ada gigi susu yang tidak tanggal meskipun telah melewati waktu tanggalnya. Rentang usia 6-12 tahun adalah masa yang "kritis" bagi kesehatan gigi anak. Maksudnya, pada usia inilah setiap anak mengalami masa gigi campuran, yaitu gigi susu mulai tanggal satu-persatu, digantikan dengan gigi tetap. Di masa ini banyak sekali masalah yang timbul. Misalnya, satu gigi mau tumbuh, gigi lain berlubang. Atau salah satu gigi tumbuhnya miring (susunan tidak rata), sedangkan gigi lainnya sulit menembus gusi sehingga menimbulkan pembengkakan, bahkan radang.
Pertumbuhan dan perkembangan gigi pada anak adalah hal yang seharusnya diketahui oleh orang tua. Proses pertumbuhan dan perkembangan gigi ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak secara umum. “Sehatkah gigi anak saya,” mungkin pertanyaan tersebut akan terlintas didalam benak banyak ibu yang memiliki anak masih balita. Permasalahan perawatan gigi memang bukan masalah sederhana yang bisa diremehkan apalagi pada anak berusia di bawah lima tahun. Dengan perawatan yang benar sejak dini maka resiko munculnya permasalahan gigi saat anak tumbuh dewasa dapat dicegah.
Merawat gigi anak sejak dini dapat menghindari proses kerusakan gigi lebih lanjut/parah, seperti berlubang, permukaan gigi banyak sekali sisa makanan, bengkak, dll. Saat gigi anak bermasalah, bukan saja akan mengganggu konsentrasi anak, secara kosmetik gigi yang tidak sehat membuat anak menjadi kurang pede (percaya diri) dalam bergaul. Salah satu jenis gigi yang memerlukan perhatian lebih adalah gigi susu. Fenomena yang ada di masyarakat adalah anggapan yang salah mengenai perawatan dan penanganan gigi susu yang dianggap tidak perlu. Pada periode gigi susu ini, berikan pengertian pada anak tentang pentingnya menggosok gigi. Caranya, dengan memberitahu anak bagaimana cara menyikat dan memakai sikat gigi yang benar. Tentunya, dengan motivasi ini akan menumbuhkan sikap disiplin hingga ia dewasa. Perawatan gigi susu dengan teratur ini bertujuan untuk menghilangkan penyakit serta memulihkan kesehatan sang anak, mencegah permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang lebih komplek, menghindarkan sang anak dari rasa sakit yang dapat menyiksa sang anak, dan memelihara pengunyahan yang nyaman serta efisien.
Selain itu usia yang paling tepat untuk melakukan tindakan pada gigi anak juga harus diperhatikan bagi orang tua. Anak-anak sebaiknya menjalani pemeriksaan gigi sejak usia 18 bulan. Masalah gigi berlubang bisa jadi adalah masalah yang paling umum menimpa anak-anak. Hal ini dilatar belakangi beberapa faktor yang kebanyakan karena perilaku penanganan kebersihan gigi yang kurang diperhatikan, salah satunya adalah pola menyikat/membersihkan gigi. Untuk mencegahnya, sebaiknya para orang tua memperhatikan beberapa tips di bawah ini, agar sang anak tidak mengalami gigi berlubang, di antaranya:

- Pilihlah sikat gigi yang sesuai dengan ukuran gigi dan mulut anak, pilihlah bulu sikat yang ukurannya tidak lebih dari 4 kali ukuran gigi sulung geraham anak.
- Berikan kesempatan pada anak untuk menyikat gigi sendiri agar dia bisa mengeksplor daerah mulutnya, selanjutnya orang tua boleh membantu anaknya menyikat gigi.
- Hindari sebisa mungkin menggunakan peralatan makan bersama, berbagi makanan/minuman, atau hanya sekadar meniupkan makanan/minuman sang anak sebelum mereka konsumsi. Karena, ternyata kebiasaaan ini dapat memicu penularan bakteri.
- Sebaiknya orangtua rajin membawa anak melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi, minimal 6 bulan sekali. Bisa lebih sering jika ditemukan banyak masalah. (*)