Minggu, 13 Juli 2008

space maintener pada gigi sulung

Kehilangan dini gigi sulung akan mengakibatkan gigi tetangganya bergeser karena adanya gaya ke mesial dari gigi posterior yang erupsi pada anak yang sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Untuk mengatasi masalah kehilangan dini gigi sulung adalah dengan penggunaan alat penahan ruang yang dikenal dengan space maintainer. Namun pembuatan space maintainer membutuhkan waktu dan biaya yang besar untuk proses laboratorium. Pada tulisan ini akan dilaporkan suatu kasus kehilangan dini gigi molar satu sulung rahang atas menggunakan space maintainer yang dapat segera dilakukan, mudah, dan murah, yaitu space maintainer cekat sederhana yang direkatkan dengan komposit resin berkemampuan mengalir.

Pendahuluan

Kehilangan dini gigi sulung akan mengakibatkan gigi tetangganya bergeser karena adanya gaya ke mesial dari gigi posterior yang erupsi pada anak yang sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan.[i] Kehilangan dini gigi molar sulung dan kegagalan untuk menjaga ruang tersebut selama masa pertumbuhan dan perkembangan akan mempengaruhi oklusi normal pada gigi permanennya.[ii]

Alat yang digunakan untuk menjaga ruang akibat kehilangan dini gigi sulung adalah space maintainer. Namun pembuatan space maintainer membutuhkan biaya yang besar untuk proses laboratorium.[iii]

Pada tulisan ini akan dilaporkan suatu kasus kehilangan dini gigi molar satu sulung rahang atas menggunakan space maintainer yang mudah dan murah dilakukan, yaitu space maintainer cekat sederhana yang direkatkan dengan komposit resin berkemampuan mengalir.

Tinjauan pustaka

Indikasi penggunaan space maintainer adalah apabila terjadi kehilangan gigi sulung dan gigi penggantinya belum siap erupsi menggantikan posisi gigi sulung tersebut dan analisa ruang menyatakan masih terdapat ruang yang memungkinkan untuk gigi permanennya.[iv] Apabila terdapat maloklusi dan maloklusi akan bertambah parah dengan adanya kehilangan ruang, maka evaluasi orthodonti perlu dipertimbangkan.

Waktu yang tepat penggunaan space maintainer adalah segera setelah kehilangan gigi sulung. Kebanyakan kasus terjadi penutupan ruang setelah 6 bulan kehilangan gigi.

Kontra indikasi space maintainer adalah tidak terdapat tulang alveolar yang menutup mahkota gigi tetap yang akan erupsi dan kekurangan ruang untuk erupsinya, ruangan yang berlebihan untuk gigi tetapnya erupsi, kekurangan ruang yang sangat banyak sehingga memerlukan tindakan pencabutan dan perawatan orthodonti, dan gigi permanen penggantinya tidak ada.

Syarat suatu space maintainer adalah dapat menjaga ruang dimensi proksimal, tidak menggangu erupsi gigi antagonisnya, tidak menggangu erupsi gigi permanen, tidak mempengaruhi fungsi bicara, pengunyahan, dan fungsi pergerakan mandibula, disain yang sederhana, dan mudah dibersihkan.

Klasifikasi space maintainer menurut Snawder 1980 adalah (1) space maintainer cekat dengan band, (2) space maintainer cekat tanpa band atau dengan etsa asam, (3) space maintainer lepasan dengan band atau semi-cekat, (4) space maintainer lepasan tanpa band, (5) space maintainer fungsional atau dapat dikunyah, dan (6) space maintainer nonfungsional.

Kekurangan space maintainer cekat (fixed space maintainer) adalah (1) cenderung mengakibatkan tipping dan rotasi gigi penyangga,[v] (2) menyebabkan terjadinya retensi plak sehingga terjadi daerah demineralisasi dan karies pada gigi penyangga, (3) membutuhkan preparasi pada gigi penyangga,[vi] (4) membutuhkan waktu kunjungan yang lama,(5) membutuhkan proses laboratorium yaitu pensolderan, (6) daerah solder mudah rusak,[vii] dan (7) sitotoksik karena terdapat daerah solder.[viii]

Kondisi gigi yang memenuhi syarat untuk pemasangan space maintainer cekat sederhana yang direkatkan dengan komposit resin berkemampuan mengalir adalah (1) kehilangan dini gigi molar sulung, (2) terdapat gigi di mesial dan distal dari ruang gigi yang telah hilang untuk gigi penyangga, dan (3) tidak ada restorasi pada permukaan bukal dari gigi penyangga. Secara radiografis harus memenuhi syarat sebagai berikut (1) tidak ada resorbsi patologis pada gigi penyangga, (2) adanya gigi permanen pengganti, (3) benih gigi permanen pengganti masih tertutup tulang, (4) pembentukan akar gigi permanen pengganti belum selesai, dan (5) tidak ada kondisi patologis pada jalur erupsi gigi permanen pengganti.


Gigi cenderung akan bergeser ke arah mesial karena adanya fenomena ”mesial drifting tendency” dan gaya dari gigi posterior yang akan erupsi pada anak yang sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Akibat dari kehilangan dini satu atau lebih gigi sulung, dapat mengakibatkan (1) pergeseran midline, (2) gigi berjejal, (3) perubahan pada lengkung gigi, dan (4) kehilangan ruang untuk gigi tetap penggantinya.

Menurut Hoffding dan Kisling (1978) kehilangan dini gigi molar satu sulung pada maksila akan mengakibatkan berjejalnya gigi posterior dan kehilangan ruang pada mandibula, sedangkan kehilangan dini gigi molar dua sulung baik pada maksila ataupun mandibula akan mengakibatkan perubahan arah horizontal pada hubungan molar permanennya.[x]

Komposit resin berkemampuan mengalir memiliki jumlah filler (bahan pengisi) lebih sedikit daripada komposit resin condensable (condensable resin composite) sehingga viskositasnya menjadi encer, tetapi memiliki jumlah matriks yang sama dengan komposit resin condensable. Sifat mekanis komposit resin akan berkurang apabila bahan pengisi dikurangi, namun dengan bahan pengisi yang halus daya tahan terhadap keausan akan meningkat. Secara umum sifat-sifat mekanis yang meliputi kekuatan kompresi, kekuatan tarik, kekuatan flexural dan toughness dari berbagai komposit resin berkemampuan mengalir lebih rendah namun tidak berbeda bermakna bila dibandingkan dengan komposit resin condensable .[xi]

Sesuai dengan namanya, resin komposit berkemampuan mengalir memiliki sifat thixotropik yaitu kemampuan untuk beradaptasi pada kavitas dan daerah yang sulit dicapai dengan bahan komposit resin condensable, selain itu juga untuk mengurangi gelembung udara yang dapat terjebak pada saat aplikasi bahan.[xii]