Selasa, 08 Juli 2008

sublingual abses/phlegmon dasar mulut

Pada gigi manusia terdapat fase-fase, fase ini adalah fase geligi sulung, fase geligi campur dan fase geligi permanen.Fase – fase ini bila terdapat gangguan maka akan mempengaruhi pertumbuhan geligi permanen nantinya. Maka seyogyanya pada fase-fase ini pertumbuhan dan perkembangan dari geligi itu sendiri harus selalu diperhatikan dengan seksama.
Garis besar anatomi gigi adalah sebagai berikut:
1.Mahkota gigi/email/enamel. Merupakan penampakan paling luar dari geligi manusia, ia berfungsi melindungi struktur yang berada dibawahnya.
2. Dentin, ia disebut juga tulang gigi, didalamnya terdapat tubuli dentinalis yang merupakan reseptor rangsangan yang akan dikirim ke pulpa gigi.
3. Pulpa. Ia disebut juga dengan ruang saraf gigi, didalamnya terdapat pembuluih darah, pembuluh limphe dan saraf gigi. Saraf gigi ini merupakan bagian dari saraf pada keseluruhan badan kita, gangguan pada struktur ini pada hakikatnya merupakan gangguan pula pada keseluruhan tubuh.

Fokal infeksi
Merupakan suatu infeksi yang terjadi pada gigi tetapi penyebarannya bisa terjadi pada organ tubuh yang letaknya jauh. Fokal infeksi inilah yang menimbulkan fenomena yang aneh yang dirasakan pada penderita, maka oleh karenanya dibutuhkan suatu pemeriksaan yang jeli sebelum diagnosa ini ditegakkan.
Jaringan atau strukture yang berada disekitar gigi ini merupakan suatu potential space yang bisa merupakan tempat bagi bersarangnya produk-produk dari keradangan.
Suatu komplikasi yang yang berhubungan oleh karena adanya suatu infeksi dari gigi dan jaringan disekitarnya ini salah satunya adalah :Phlegmon/ sublingual abses. Phlegmon adalah penyebab kematian yang tersering bila menyerang pada seseorang dengan keadaan tubuh yang lemah serta mempunyai komplikasi dengan penyakit lainnya.Di rumah sakit islam insiden kematian pada penyakit ini termasuk tinggi oleh karena ketidakpatuhan dari penderita agar mendapatkan perawatan paripurna.



--000000000--