Rabu, 05 November 2008

tentang obat antiepilepsi dan efeknya terhadap gusi/ ginggiva

tanya :dok, apakah obat sodium dilantin pada penyakit epilepsi dapat berpengaruh kepada pembengkakan gusi sehingga rasa sakit pada pembengkakan gusi menjadi tidak sakit ?





jawab: "Gingival enlargement"atau pembesaran pada gusi merupakan istilah yang digambarkan sebagai hubungan pertumbuhan ginggiva yang berlebihan dengan pemakaian obat obatan jenis tertentu, pembesaran ginggiva ini disebut juga dengan hiperplasia ginggiva dan bisa didefinisikan sebagai pertumbuhan yang abnormal dari jaringan periodontal.

Istilah "gingival hyperplasia" merupakan istilah yang kurang tepat oleh karena pembesaran ini tidak disebabkan oleh peningkatan jumlah sel, tetapi ini merupakan peningkatan dari jaringan volume ekstraseluler.
Pembesaran dari gusi ini menghasilkan perubahan estetik dan adanya gejala klinis yang tidak menyenangkan pada pasien antara lain gusi terasa nyeri, mudah berdarah, gangguan pada waktu berbicara, pergerakan gigi yang tidak normal, masalah dengan oklusi dari gigi, peningkatan resiko terbentuknya karies ( kerusakan gigi atau lubang gigi ) dan gangguan pada jaringan periodontal.

Pembesaran dari gusi atau ginggiva ini bisa disebabkan oleh obat obatan seperti obat antiepileptic (AED)4-7,dan penyebab lainnya adalah salah satunya ketidak normalan genetik seperti : hereditary gingival fibromatosis.

Jadi jawaban dari pertanyaan kamu adalah : pembengkakan pada gusi pada pemakai obat obatan antiepileptikum adalah penyebabsalah satu dari ginggival enlargement ( pembengkaan gusi ) ini, dan ginggival enlargement bukan pembengkakan yang disebabkan oleh karena proses infeksi ( absces) sehingga pembengkakan jenis ini tidak sakit. Pembengkakan jenis ini adalah oleh karena adanya peningkatan volume ekstra seluler/ginggival hiperplasia. Oke ? semoga paparan singkat ini membantu kamu. bye..have a nice study !!!







http://www.scielo.br/scielo.php?pid=S1676-26492007000200009&script=sci_arttext