Rabu, 10 September 2008

komplikasi setelah pencabutan gigi: DRY SOCKET

dry soket yang oleh dokter gigi disebut juga dengan alveolar osteitis merupakan komplikasi yang paling umum yang menyertai pencabutan gigi.

Sementara itu patogenesa dari DS ini masih belum diketahui dengan sempurna, keadaan kelainan ini disebabkan salah satunya oleh karena tidak adanya bloth cloth atau bekuan darah yang seharusnya menempati ruangan dimana akar gigi tersebut berada.Jadi proses penyembuhan dari keadaan dry soket ini menjadi tertunda.

Gejala dari dry soket (DS) adalah nyeri, rasa bau yang tidak enak dan nyeri yang berasal dari bekas pencabutan gigi.DAerah yang terkena nampak terlihat sedikit tulang rahang dan luka bekas cabut nampak kotor dengan sedikit bekuan darah yang terda[at disana.
uniknya gejala ini tidak nampak beberapa hari setelah dilakukan pencabutan gigi.

Beberapa penelitian telah dilakukan dan ditemukan beberapa hal yang bisa menyebabkan DS ini, bila dokter dan pasien bisa meminimalkan keadaaan ini, maka insiden dari DS ini kemungkin bisa dihindari.

Penggunaan analgetika atau obat penghilang nyeri baik yang diresepkan ataupun yang tidak diresepkan, bisa mengontrol keadaan nyeri yang ditimbulkan oleh DS ini.
Perawatan yang sempurna adalah memang anda harus ke dokter gigi.

Dokter gigi anda akan memberikan dan memasukkan suatu obat pada bekas tempat pencabutan tadi.

Insiden terjadinya dari DS ini adalah 1-3 % kasus. Pencbutan pada gigi bawah terutama molar/geraham secara statistik mempunyai potensi yang lebih besar untuk terjadinya dry socket ini.
DS terjadi sekitar 20% kasus pada keseluruhan total pencabutan pada gigi geraham bawah.

Beberapa keadaan yangmenyebabkan dry soket ini adalah:

1. Ketidak patuhan dari pasien. Biasanya dokter gigi akan menyuruh pasien untuk mengigit tampon atau kapas yang diberikan kepada pasiennya setelah cabut gigi. Biasanya para pasien terlalu cepat untuk membuang kapas yang digigitnya, biasanya kurang dari satu jam.
kemudian juga pasien memakan makanan yang sebaiknya dihindari, seperti makan panas dan tajam, minum alkohol , merokok merupakan salah satu penyebab dari dry socket ini.


2. Seseorang yang mempunyai riwayat terkena dry socket pada pencabutan sebelumnya, kemungkinan mempunyai riwayat yang sama bila ia melakukan pencabutan gigi lagi, namun walaupun demikian hal ini tidaklah mempunyai hubungan yang pasti dengan insiden terjadinya dry soket sebelumnya, namun bila anda memperhatikan dengan sungguh sungguh arahan dokter gigi anda, sepertinya insiden terulangnya kasus ini bisa anda hindari.


3. Trauma yang berlebihan pada waktu pecabutan gigi.
Luka yang berlebihan pada waktu pencabutan gigi memicu timbulanya dry soket ini.
Hipotesa yang umum adalah bila dilakukan pencabutan dengan kerusakan jaringan yang banyak, maka jaringan akan mengeluarkan suatu bahan yang bisa memecah sesuatu elemen dari darah yang akan mencegah tubuh untuk membuat penyembuhan luka yang sempurna.


4. Perokok mempunyai resiko terkena dry soket. Pada perokok , oksigenasi yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka menjadi berkurang, akibatnya oksigen yang sangat dibutuhkan tubuh ini menjadi tidak tercukupi pada waktu proses penyembuhan luka. Demikian juga aksi menghisap dari para perokok kemungkinan juga bisa membuat bekuan darah yang terbentuk pada luka / bekas cabut gigi menjadi terlepas, sehingga luka tidak akan terlindungi lagi oleh bekuan darah ini.


5. Wanita yang mengkonsumsi pil KB akan mempunyai resiko terkena dry soket , oleh karena pil KB mengandung estrogen yang mampu untuk mengurai /disintegrasi dari bekuan darah yang terbentuk. sebaiknya memang tidak mengkonsumsi apapun selama dilakukan pencabutan gigi.


6. Bakteri juga memainkan peranan yang penting akan terbentuknya dry soket ini, oleh karena itu ada beberapa dokter yang memberikan terapi antibiotika sebelum dilakukan pencabutan gigi, meskipun beberapa dokter menyangkal tentang perlunya dilakukan tindakan akan pemberian antibiotika ini.
Makanya untuk mencegah hal ini , pemberian obat kumur dengan anti bakteria agent seperti obat kumur yang mengandung khlorhexidine kadangkala baik untuk diberikan,.

Untuk mencgah dry socket, biasanya dokter akan memberikan antibiotika guna pencegahan terjadinya insiden dry soket ini.


7. Seseorang muda usia mempunyai kecenderungan terkena dry soket lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang berusia lebih tua.
Hal ini oleh karena bloody supply atau aliran darah yang menuju ke bekas luka pencabutan pada usia muda relatif lebih baik dibandingkan dengan seseorang yang berusia lebih tua.


Untuk itu harap kiranya anda mematuhi apa yang dijelaskan dokter gigi anda, baik pantangan dan anjuran yang harus diindahkan selama proses penyembuhan luka anda.

ooOOoo


pertanyaan :
  1. apakah dry socket itu
  2. Penyebab dry socket ? ada yang dari luar dan faktor dari dalam .apa saja ?
  3. BAgaimana menghindari dry socket
  4. KEnapa anak2 jarang terkena dry socket
  5. Mengapa pada dry socket diberikan obat kumur yang spesifik yang mengandung Chlorhexidine ?
  6. dry socket terjadi pada ibu yang minum pil Kb, bagaimana bila si ibu mau mencabutkan giginya tanpa menghentikan konsumsi pil kb tersebut apakah bisa ?
  7. kelainan apa lagi yang bisa timbul karena pencabutan gigi ?
  8. apakah dry socket berbahaya dan bisa menimbulkan komplikasi lanjutan ?
  9. Apakah kondisi sistemik bisa menimbulkan dry socket ? bagaimana mengatasinya ?
  10. Tips untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut ...?
konsultasi lebih lanjut call / sms ke flexy 0334-7709898