Jumat, 05 November 2010

open flap prosedure pada perawatan periodontal


Pada prosedur periodonsia terkadang kita harus melakukan pembedahan, contoh dalam hal ini adalah open flap. Open flap dilakukan bila scaling dan root planning tidak memberikan hasil yang memadai, atau bila terjadi rekurensi pada penderita peridoontitis.

Kenapa hal ini bisa terjadi ?
Pada penyakit periodontal hal yang berperan untuk memicu terjadinya penyakit ini adalah TOXIN dari bakteri, dan bukan oleh karena bakteri itu sendiri.

Pada bakteri jenis AA dan PG ; bakteri yang dinyatakan paling ganas oleh karena ia mempu menembus barier epithel, bakteri ini dengan kemampuan toxinnya mampu untuk bersifat latent dan berdiam diri di epithel rongga mulut.

Bakteri AA dan PG ini dituding sebagai insiden penyebab BBLR / berat badan bayi lahir rendah, karena dengan kemampuan toxinnya, ia mampu menembus barier placenta.


Pada seseorang yang mempunyai riwayat rekurensi periodontal disease,
jaringan nekrotik yang terdapat di sub gingiva dituding menyebabkan rekurensi pada hal ini, oleh karena jaringan nekrotik terutama sub gingiva menyimpan potensi toxin yang suatu saat bila penderita menurun kekebalan tubuhnya maka toxin ini mampu untuk keluar dari persembunyiannya dan meracuni darah untuk menimbulkan komplikasi lebih lanjut.

Bila keadaan ini terjadi maka perlu dilakukan prosedur open flap/ periodonsia bedah, yaitu untuk mendapatkan pembersihan yang lebih mendalam lagi pada jaringan sub gingiva.
Prosedur open flap sebaiknya dilakukan oleh seorang dokter gigi spesialis periodonsia
ooOOoo

Tidak ada komentar: