Kamis, 05 November 2009

tanya jawab tentang AMALGAM


Mengapa saat triturasi secara mekanik dengan pen grasp itu, dengan tekanan yang ringan, kekuatan amalgam yang dihasilkan akan lebih bagus daripada dengan cara palm grasp?

Yang menggunakan teknik pen grasp adalah pada triturasi secara manual, bukan mekanik. Teknik pen grasp ini menghasilkan kekuatan yang lebih ringan daripada palm grasp, karena jari tangan yang digunakan untuk memegang pastle tidak sebanyak pada teknik palm grasp. Baik teknik pen grasp maupun palm grasp tidak berpengaruh pada kekuatan amalgam, tetapi keduanya bisa digunakan secara bergantian sesuai kebutuhan operator sampai amalgam dapat tercampur secara homogen dengan merkuri.

2. Tujuan kondesasi salah satunya adalah mengeluarkan merkuri yang berlebih tetapi itu sudah dalam rongga mulut. Apakah teori tersebut benar ?

teori tersebut benar. Jadi tujuan kondensasi adalah untuk menghindari terperangkapnya gelembung udara, supaya amalgam dapat melekat lebih baik pada dinding kavitas dan untuk mengeluarkan kelebihan merkuri ketika amalgam masih dalam tahap manipulasi pada kavitas dalam rongga mulut bukan ketika restorasi amalgam sudah mengeras.


3. Apakah fungsi zinc hanya untuk meningkatkan kekuatan marginal dari tumpatan? Mengapa tengah tumpatan tidak ? Bagaimana hal tersebut terjadi ?

Kandungan zinc dalam amalgam berfungsi untuk mengurangi oksidasi. Proses oksidasi terjadi karena Ag, Sn dan Cu dalam alloy berikatan dengan O2 dari udara sehingga melemahkan sifat-sifat fisik amalgam. Proses oksidasi ini hanya terjadi pada permukaan tumpatan. Dan bagian tepi tumpatan adalah bagian yang mengalami creep (perubahan dimensi pada waktu terkena daya kunyah) sehingga adanya kandungan zinc dapat memperkuat bagian marginal.

4. Mengapa kontaminasi air bisa menyebabkan perubahan dimensi ?

Bila terdapat kontaminasi air sebelum setting pada bahan yang mengandung zinc, akan timbul reaksi antara zinc (anoda) dan bahan logam lain yang bersifat katoda dan air sebagai elektrolit, hydrogen terlepas sebagai hasil reaksi ini serta tekanan uap hydrogen dapat menyebabkan pergeseran amalagam sehingga terjadi ekspansi yang mungkin tidak kelihatan dalam 24 jam tetapi dapat muncul beberapa hari setelah penambalan.

5. Apa yang menyebabkan kebocoran tumpatan amalgam ? Apa akibatnya jika terjadi kebocoran ?

Kebocoran tumpatan terjadi pada daerah margin tumpatan karena proses korosi, tetapi hasil dari proses korosi tersebut dapat menutup mikroleakage (kebocoran mikro). Pada tumpatan amalgam yang lama, proses korosi sudah berkurang sehingga terjadi ditching pada tepi tumpatan yang mengakibatkan kebocoran dan akhirnya dapat terjadi karies sekunder.





1. Apa bedanya finishing dengan menggunakan stone hijau dan stone putih ? Apa keduanya harus digunakan ? Apa yang terjadi jika keduanya tidak digunakan ?

Untuk stone hijau digunakan untuk finishing tumpatan amalgam sedangkan stone putih digunakan untuk finishing tumpatan GIC atau komposit. Apabila tidak dilakukan finishing maka permukaan amalgam menjadi kasar sehingga adanya penumpukan makanan dan menyebabkan suasana asam yang dapat menyebabkan karies sekunder pada gigi sekitar tumpatan dan dapat menyebabkan tarnish (pada permukaan dan tidak merusak restorasi) dan korosi (hasil dari reaksi kimia yang dapat berpenetrasi ke dalam tumpatan amalgam sehingga menjadi rusak).


2. Apa yang menyebabkan karies sekunder dari tumpatan amalgam ? Padahal, sebelum ditumpat amalgam diberi basis terlebih dahulu?

Fungsi dari basis hanyalah untuk melindungi pulpa gigi dari iritasi disebabkan oleh adanya tumpatan amalgam, hal ini dikarenakan sifat amalgam sebagai konduktor yang dapat menghantarkan panas, pemberian basis tidak ada hubungannya dengan karies sekunder. Sedangkan karies sekunder biasanya disebabkan oleh preparasi yang tidak memenuhi criteria ekstension for prevention, yaitu pit dan fissure yang dalam harus diikutsertakan pada preparasi walaupun tidak terkena karies. Juga criteria removal of caries, yaitu penghilangan jaringan yang terinfeksi. Apabila kedua criteria tersebut tidak terpenuhi maka akan terjadi karies sekunder.




1. Mengapa amalgam tidak boleh terkena logam mulia seperti emas ?

hal ini dikarenakan apabila pada regio yang berdekatan atau gigi yang berdekatan terdapat tumpatan amalgam dan restorasi dari emas maka akan terjadi arus galvanish yang bisa menyebabkan gigi terasa ngilu dan nyeri, karena disini saliva berperan sebagai mediator.


2. Bagaimana cara mengetahui banyak sedikitnya kadar merkuri yang berada di kavitas ? dengan cara melakukan burnishing, apabila terdapat butiran-butiran merkuri di permukaan maka itu berarti masih banyak merkuri amalgam yang ada di kavitas.

3. Apa fungsi perbedaan bentuk pada permukaan amalgam plugger ?

Penggunaan amalgam plugger dengan bentuk dan diameter yang bermacam-macam ditujukan untuk menyesuaikan dengan tipe amalgam yang digunakan (misalnya : tipe spherical membutuhkan kondenser dengan diameter yang besar dan tekanan kecil), bentuk dan besar kavitas serta tahap kondensasi. Tetapi, pada umumnya yang paling efektif ialah kondenser dengan diameter 2-3 mm.


4. Jelaskan lebih lanjut tentang komposisi amalgam bebas merkuri! Karena amalgam tidak mengandung merkuri maka kekerasan tidak akan terjadi!

Mengenai kompisisi amalgam bebas merkuri ini, kelompok kami masih belum memiliki cukup banyak informasi, bahkan beberapa artikel yang ada internet menyebutkan bahwa hal ini masih sekedar isu. Tetapi dari referensi yang kami baca komposisi terbaru dari amalgam dikenalkan sebagai bebas merkuri, atau material restorasi amalgam yang rendah merkuri. New mercury indium likuid alloy dipakai sebagai pengganti merkuri. Jenis amalgam yang lain mengandung galium sebagai pengganti merkuri disebut galium amalgam. Tetapi, alloy ini lebih mudah terjadi korosi dan kurang baik jika dibanding dengan high copper amalgam.

5. Mengapa amalgam tidak boleh dipoles sebelum 24 jam. Apakah berhubungan dengan keseimbangan reaksinya, kekuatannya atau, penyebab lainnya!

Polishing, tidak boleh dilakukan sebelum tumpatan mencapai ± 24 jam karena reaksi pengerasan amalgam terjadi secara sempurna setelah 24 jam atau lebih, apabila polishing dilakukan kurang dari 24 jam maka akan mempengaruhi kekuatan amalgam. Kekuatan amalgam akan turun dan ketika dilakukan polishing kemungkinan bisa pecah.



KELOMPOK 4

1. Mengapa saat memanipulasi amalgam lebih baik pada ruangan tanpa AC ? Apa efeknya jika dilakukan pada ruangan ber-AC ? Ruangan ber-AC selalu tertutup, sedangkan uap merkuri merupakan zat yang toksik sehingga bisa meracuni baik pasien, dokter gigi, maupun perawat yang ada di dalam ruangan tersebut.

2. Berapa lama tumpatan amalgam dapat bertahan di dalam rongga mulut ? Apa saja Faktor yang mempengaruhi ?

Amalgam dapat bertahan dalam waktu yang lama dalam rongga mulut, bergantung pada desain preparasi kanvitas, cara penumpatan dan cara pemeliharaan kebersihan mulut serta ada tidaknya mikroleakage yang diakibatkan oleh proses creep yang berhubungan dengan dinding preparasi dan restorasi amalgam (secara klinis creep dihubungkan dengan pecahnya integritas marginal).


. Bagaimana reaksi pengerasan admixed high copper ?
Apakah senyawa Ag3Cu2 tetap menjadi Ag3Cu2 ? Mengapa demikian ?


Ag3Sn + Ag3Cu2 + Hg → Ag3Sn + Ag3Cu2+ Ag2Hg3 + Cu6Sn5

g g g 1 h

Pada reaksi ini Ag3Sn + Ag3Cu2 merupakan unreacted Euthactic Phase, sehingga pada sebelum dan sesudah reaksi, senyawa ini tetap ada dalam bentuk yang sama. Kedua senyawa ini merupakan partikel dasar dari alloy admixed high copper dan fase h membentuk partikel yang melapisi partikek dasar alloy tersebut atau fase g. Sedangkan fase g 1 berfungsi membentuk matriks yang lebih kompak tanpa g 2.

5. Dari beberapa tipe amalgam, manakah yang paling baik ?

Tipe amalgam yang baik adalah spherical alloy dengan kandungan copper yang tinggi

6. Bagaimana jika kandungan Cu dan Ag sama dalam komposisi amalgam ?Apa pengaruhnya ?

Untuk membuat suatu bahan tumpatan, harus melalui banyak penelitian. Jumlah kandungan unsur-unsur dalam alloy amalgam juga sudah melalui banyak penelitian. Jadi, kalau akan mengubah jumlah kandungannya harus melakukan penelitian terlebih dahulu.





1. Bagaimana cara mencegah agar amalgam tersebut tidak tercapai fase γ 2 dan jika pada waktu memanipulasi terjadi fase γ2 apa yang harus dilakukan ?

Fase g 2 merupakan hasil reaksi pengerasan yang terbentuk dari amalgam low copper. Fase ini tidak dapat dalam proses manipulasi amalgam, karena fase g 2 tidak terkait dengan manipulasi melainkan terkait dengan proses pengerasan. Fase g 2 ini dapat dihindari dengan memilih penggunaan amalgam tipe high copper, karena pada reaksi pengerasan , g 2 akan digantikan oleh fase epsilon



4. Bagaimana cara mempercepat setting time dari amalgam ?

Amalgam tidak dapat dipercepat setting timenya, karena memerlukan paling sedikit 18 jam untuk mengeras secara sempurna. Pada amalgam tipe stherical lebih cepat setting timenya daripada lathe cut.

5. Apa yang terjadi bila pemberian restorasi amalgam tidak dilapisi oleh basis ?

Restorasi amalgam yang bersifat termal konduktor mudah untuk meneruskan rangsangan termal ke pulpa, maka dapat mengiritasi pulpa.


KELOMPOK 7

1. Bagaimana aplikasi restorasi amalgam untuk masing-masing kelas? (ditambah jenis amalgam yang digunakan)

Aplikasi untuk semua kelas yangh diindikasikan untuk tumpatan amalgam sama, kecuali untuk tumpatan kelas II yang didahulukan bagian proximal. Jenis amalgam yang digunakan tidak ada ketentuan, kecuali admixed dikatakan dapat menghasilkan kontak proximal yang lebih baik dan lebih mudah untuk dicarving..

2. Untuk basis pada restorasi amalgam mengapa harus menggunakan Zinc Oxide phosphat ? Bagaimana dengan semen yang lain ? Kapan diberikan basis ?

Basis pada tumpatan amalgam digunakan zinc phosphat cement bukan zinc oxide phosphat cement. Cement lain yang dapat digunakan sebagai basis tumpatan amalgam ialah zinc oxide eugenol.

3. Jelaskan tentang indikasi-kontraindikasi untuk masing-masing jenis amalgam!

Indikasi :

• Kelas I (pada gigi posterior dan anterior)

• Kelas II (sebelum menumpat perlu matriks sebagai pengganti dinding yang hilang

• Kelas V

Kontra Indikasi :

• Jumlah karies yang tinggi

• Karies yang luas melibatkan cusp

• Dibutuhkan estetik (Kelas V pada gigi anterior)

• Gigi antagonis logam yang tidak sejenis

4. Cara lain untuk membantu meningkatkan retensi amalgam adalah dengan memberi bahan adhesif (amalgam banding).

5. Mengapa harus menunggu 24 jam untuk melakukan finishing ?

Finishing maupun Polishing, tidak boleh dilakukan sebelum tumpatan mencapai ± 24 jam karena reaksi pengerasan amalgam terjadi secara sempurna setelah 24 jam atau lebih, apabila polishing dilakukan kurang dari 24 jam maka akan mempengaruhi kekuatan amalgam. Kekuatan amalgam akan turun dan ketika dilakukan polishing kemungkinan bisa pecah.


KELOMPOK 8

1. Fatigue strength amalgam tergolong rendah. Apa kaitannya dengan fraktur gigi ? fatique strength merupakan kekuatan suatu bahan atau material untuk bisa menjadi petah, fraktur atau retak. Semakin tinggi fatique strengthnya maka semakin mudah terjadi fraktur. Fatique strength pada amalgam tergolong rendah daripada bahan restorasi lain karena lebih kuat dalam menahan daya kunyah dari gigi antagonisnya.


3. Sisa merkuri yang dimasukkan ke dalam botol, jika ternyata pada penggunaan berikutnya terdapat sisa merkuri lagi, apa bisa menggunakan botol awal ? Padahal sifat merkuri mudah sekali menguap. Kemudian jika sudah dimasukkan ke botol, apa yang selanjutnya kita lakukan pada botol itu ? Apa disimpan selamanya atau dibuang ?

4. Mengapa pada polishing, pemulasan harus dalam keadaan basah ?

Polishing amalgam dianjurkan dalam keadaan basah karena pada proses polishing akan menimbulkan panas. Jika panas yang dihasilkan > 650 maka akan mengakibatkan Hg tertarik ke permukaan sehingga lapisan terluar banyak mengandung Hg. Akibatnya permukaan tumpatan rusak, mudah korosi, kekuatan menurun, flow meningkat, dan tumpatan berubah bentuk.



1. Mengapa amalgam jenis high cooper bisa memperbaiki penampilan klinik dari amalgam ?

Karena amalgam jenis high copper mengandung kandungan tembaga yang lebih tinggi, sehingga tidak terjadi proses gamma 2, membuat restorasi lebih kuat dan tahan terhadap korosi, sehingga penampilan kliniknya lebih baik..

2. Dalam komposisi amalgam, dijelaskan ada bahan yang bisa meningkatkan dan juga menurunkan creep. Apa yang dimaksud dengan creep ?

Bila material logam, diletakkan dibawah tekanan, akan mengalami perubahan bentuk. Ciri-ciri ini disebut aliran atau creep.

3. Perubahan dimensi bisa dikarenakan kontaminasi dari air. Kontaminasi air ini terjadi pada waktu yang seperti apa ? Sejauh apa efek dari kontaminasi air tersebut ?

Bila terdapat kontaminasi air sebelum setting pada bahan yang mengandung zinc, akan timbul reaksi antara zinc (anoda) dan bahan logam lain yang bersifat katoda dan air sebagai elektrolit, hydrogen terlepas sebagai hasil reaksi ini serta tekanan uap hydrogen dapat menyebabkan pergeseran amalagam sehingga terjadi ekspansi yang mungkin tidak kelihatan dalam 24 jam tetapi dapat muncul beberapa hari setelah penambalan.


4. Mengapa proses kondensasi dilakukan dari tengah dulu baru kemudian ke arah proksimal ?

Agar amalgam dapat flow dan memenuhi seluruh kavitas dengan baik sehingga hasil tumpatan lebih rapat

5. Apa yang dimaksud dengan Unriated Euthatic Phase ? ( fase yang seperti apa?) Apa efek fase ini terhadap amalgam ?

Unreacted Euthactic Phase merupakn fase dimana sebelum maupun sesudah reaksi alloy dengan Hg tetap muncul kemabli dengan bentuk senyawa yang tetap yaitu pada fase gamma. Fase gamma ini merupakn pertikel dasar dari alloy yang terbentuk hanya 30 % pada amalgam low copper. Fase ini bersifat paling kuat dan sedikit korosi daripada fase-fase lainnya.


KELOMPOK 10

1. Adakah bahan lain yang dapat digunakan untuk memulas amalgam selain dengan paladium ? Menurut pengetahuan kelompok kami, belum ada yang yang dapat mengganti palladium sebagai bahan tambahan dalam serbuk amalgam yang berguna untuk mengkilatkan amalgam.

2. Setelah 24 jam restorasi, dapat dilakukan polishing dan finishing. Bila seandainya polishing dan fihishing dilakukan lebih dari 24 jam (pasien tidak bisa datang keesokan harinyasetelah giginya direstorasi). Apakah restorasi masih baik dalam arti tidak mengalami reaksi lebih lanjut ? masih baik karena waktu minimum untuk dilakukan finishing dan polishing adalah 1×24 jam.

3. Berbahayakah bila serpihan amalgam (hasil dari gesekan gigi ketika kontak) jika tertelan ? bisa hal ini dikarenakan masih ada kandungan merkuri yang terdapat dalam serpihan amalgam tersebut. Namun masih belum bisa dipastikan kelainan-kelainan apa yang terjadi apabila tertelan serpihan amalgam

4. Diantara 2 teknik yaitu pen grasp dan palm grasp manakah teknik yang paling baik untuk memanipulasi amalgam secara manual ?

Baik teknik pen grasp maupun palm grasp sama-sama baik keduanya bisa digunakan secara bergantian sesuai kebutuhan operator sampai amalgam dapat tercampur secara homogen dengan merkuri.

bahan dari ulasan diatas diambil dari sini : BLOG

Tidak ada komentar: