Sabtu, 01 Agustus 2009

Hasil seminar di jember : penanganan karies yang dalam dengan tehnik sandwich


Seminar yang dilaksanakan di jember ini bertempat di hotel panorama, dengan judul vaksin untuk karies gigi, dan tehnik sandwich pada tumpatan dengan pembicara DR.drg.irene dari GC jakarta.

Topik yang sangat aplikatif dan bisa diterapkan langsung di klinik adalah yang dibawakan oleh drg irene, membahas tentang perlunya aplikasi penggunaan glass ionomer pada tumpatan komposit.


Intisari dari meeting tersebut adalah :
  • faktor kegagalan dari tumpatan komposit adalah karena adanya proses shrinkage atau pengerutan yang segera terjadi setelah komposit dilakukan polimerisasi dengan menggunakan light cured.
  • Shrinkage ini akan menyebabkan mikro gap dimana dengan berjalannya waktu mikro gap ini bisa terisi dengan makanan/ food debris , bakteri ,plak dan sebagainya yang mengakibatkan terjadinya kebocoran tumpatan pada komposit yang berakibat dengan terpisahnya komposit dengan gigi--> komposit lepas.
  • hal ini bisa ditanggulangi dengan menerapkan aplikasi komposit hanya dibatasi melalui dua dinding saja ( lapis demi lapis ), contoh mesial- distal, tidak boleh sekaligus
  • Semakin tebal komposit maka proses shrinkage akan semakin besar. jadi jangan punya anggapan semakin tebal tumpatan semakin oke menahan stress oklusal, hal ini tidak berlaku pada komposit..remember that !!!! Hal ini bisa disiasati dengan pemberian basis dengan menggunakan GIC
  • Komposit tidak mempunya perlekatan secara kemis, maka mutlak diperlukan etsa yang pengerjaannya harus seoptimal mungkin ( khusus untuk sistem etsa- bonding )
  • Komposit hanya melekat pada enamel yang dietsa ( bila menggunakan tipe etsa ), sedangkan dentin tidak akan bisa dilekati oleh komposit, hal ini bisa disiasati dengan menggunakan GIC pada daerah dentin
  • Tehnik aplikasi : setelah kavitas dibersihkan, ulasi dengan dentin conditioner untuk menghilangkan smear layer, smear layer membuat tumpatan gampang lepas. Ingat : setelah dibilas dengan air, dentin tidak boleh dikeringkan !!! tidak boleh pakai blower udara, dentin tidak boleh kering ..!!!! hanya boleh dikeringkan dengan hapusan cotton. Bila dentin terlalu kering bisa menyebabkan sensitivitas gigi, hati- hati..!!!
  • Perlakuan enamel beda lagi, setelah dietsa enamel harus benar2 kering karena dengan terciptanya keadaan yang kering, akan tercipta pori2 apda enamel dan pori2 ini bisa menciptakan tag / tautan. Tag ini diperlukan agar bahan bonding masuk ke pori2 yang terdapat di dsar enamel setelah dilakukan etsa.
  • Bila dilakukan penumpatan lebih dari tiga dinding makan shrinkage dari komposit akan menuju kearah luar, bila hanya dua dinding maka shrinkage akan menuju ke arah gigi.
  • Untuk melawan shrinkage, maka idealnya harus diulas dengan menggunakan coating komposit pada proses finishingnya, karena dengan coating ini bahan pengisinya ( filler ) bisa meng-counter dari shrinkage komposit ini
  • penggunaan ELITE CEMENT ( ZnPo4 ) sekarang sudah KUNO. Tidak diperlukan semen ini lagi, tetapi semen ini bisa digantikan dengan GIC.
  • Ingat: semen zinc pospat sudah kuno..itu tehnologi 20 tahun yang lalu ( kata dr irene siihhh )
  • KAries yang sangat dalam , bila terdapat pulpa yang terekspose, harus diberi pelapis CaOh, kemudian diatasnya diberi dengan GIC type fuji VII yang tinggi fluor, baru dilakukan penumpatan dengan tumpat kompo atau amalgam de el el.
  • jadi prinsip disini yang harus diperhatikan : bila dentin terlibat gunakan GIC..bila enamel terlibat cukup dengan tumpat kompo langsung....

Demikian intisari dari meeting/ pertemuan yang diadakan oleh PDGI cabang jember..semoga intisari ini bermanfaat untuk teman sejawat


--ooOOoo--