Rabu, 14 Juli 2010

untuk dokter gigi : perawatan gigi pada kehamilan

Terlalu takut melakukan tatalaksana dental dan pemberian obat karena takut resiko teratogenik pada fetus seringkali menyebabkan dokter menghindari perawatan yang diperlukan untuk ibu hamil.

Ringkasan artikel berikut mungkin berguna bagi sejawat:

Perubahan Fisiologis pada Saat Kehamilan

Yang paling umum ialah hematologis dan sistem kardiovaskular sebagai akibat dari perubahan hormonal :
  • - Meningkatnya kandungan cairan dalam tubuh karena retensi sodium.
  • - Meningkatnya volume plasma 30-40%.
  • - Meningkatnya volume sel darah merah 15-30%.
  • - Karena peningkatan volume plasma lebih besar dari sel darah merah, terjadi "hemodilusi" atau "anemia fisiologis pada kehamilan"
  • - Meningkatnya semua faktor koagulasi (kecuali faktor XI dan XIII) : kondisi hiperkoagulasi pada kehamilan.
  • - Pada trisemester 2 dan 3 penurunan tekanan darah dan cardiac output terjadi saat pasien pada posisi supine, karena kompresi inferi atau vena cava karena gravid uterus : ini disebut sindroma hipotensif supine, gejalanya kepala terasa ringan, hipotensi, takikardia dan syncope. Untuk menghindarinya : posisi semi rebah, idealnya hanya 15 derajat saja.

Ibu Hamil Sebagai Pasien Dokter Gigi

Secara garis besar, yang perlu diperhatikan untuk perawatan gigi bagi ibu hamil ialah modifikasi waktu dan tipe perawatan, serta alternatif obat yang diberikan.

Obat Yang Digunakan selama Kehamilan

  • - Pertimbangkan resiko dan benefit sebelum meresepkan.
  • - Minggu ke 2-4 sejak periode menstruasi terakhir ialah periode predifferensiasi fetus, periode ini fetus relatif resistan terhadap teratogen.
  • - Periode paling beresiko terjadi teratogenik ialah periode organogenesis : hingga minggu ke 10.

Anaestesi Lokal
  • - Anestesi lokal beserta vasokonstriktor di kedokteran gigi cukup aman bagi ibu hamil dan menyusui, namun aspirasi harus dilakukan untuk menghindari injeksi intravaskular.
  • - Dosis maksimum yang diberikan pun lebih rendah dari penderita biasa.
  • - Perlu diperhatikan bahwa sensitifitas saraf terhadap lokal anaestesi berkurang, dimana bekerjanya anaestesi jadi lebih lambat.

Antibiotik
  • - Dari semua antibiotik, Penicilin V dan Amoxicilin termasuk yang paling aman dan paling sering diresepkan pada ibu hamil.
  • - Clindamycin, erythromycin dan metronidazole juga aman, kecuali erythromycin bentuk estolate.
  • - Tetrasiklin kontraindikasi selama kehamilan.

Analgesik
  • - Acetaminophen dapat diterima untuk ibu hamil.
  • - Obat NSAID kurang sesuai untuk ibu hamil, karena meskipun tidak bersifat teratogen, nampak dapat memperlama kehamilan.
  • - Asam Asetilsalisilat menyebabkan perdarahan maternal dan fetal juga.
  • - Aspirin juga sebaiknya dihindari khususnya trisemester ke 2 dan 3 (resiko perdarahan pada saat melahirkan).

Perawatan Gigi
  • - Walaupun bukan kontraindikasi, sebaiknya perawatan gigi dikonsultasikan dengan dokter umum terlebih dahulu.
  • - Trisemester pertama paling rawan, jadi bila tidak darurat lebih baik ditunda.
  • - Trisemester kedua merupakan yang teraman untuk perawatan gigi. Sebaiknya potensi masalah yang timbul selanjutnya diselesaikan saat periode ini.
  • - Trisemester ketiga awal masih cukup baik. Tapi tidak disarankan untuk trisemester ketiga akhir.
  • - Radiografi bisa diambil pada trisemester kedua dengan apron timah, tapi pertimbangkan benefit dan resikonya. Bila tidak terlalu perlu sebaiknya dihindari.
  • - Restorasi amalgam sebaiknya tidak dilakukan pada ibu hamil.
  • - Sedasi Nitrous Oxide sebaiknya dihindari pada ibu hamil.
  • - Periodontal aspek : terjadi eksaserbasi gingivitis dan terbentuknya pregnancy epulis. Pada dasarnya bisa dirawat pada trisemester kedua.

Demikian sedikit refreshing.
Semoga bermanfaat.



Diringkas dari : "The Pregnant Patient : Considerations for Dental Management and Drug Use", Cengiz SB, Quintessence Int 2007; 38:171.e-133-142.


Diringkas oleh :
J. Sutandi, drg. Sp.Perio

2 komentar:

mukhlis mengatakan...

dok untuk ibu hamil dengan kasus pulpitis akut cara paling aman gimana dok mperawatannya, sukron, makasih, maturnuwun.....

DONDY mengatakan...

pada pulpitis akute, relief of pain tetap harus dilakukan dnegan pemberian eugenol atau pulperil kemudian ditumpat sementara, analgetiknya pilih yang aman, contohnya acetaminofen,bisa diberikan langsung 1 gram dansetelahnya dosisnya diturunkan menjadi setengahnya dan bila mana diperlukan antibiotika bisa diberikan derivat penicillin, hindari semu aprosedur penggunaan anestesia, pa lagi ekso gigi sebisa mungkin harus dihindarkan, kunjungan beriktnya sesuai dengan prosedur normal pulpektomi...suction harus jalan mas,,jangan biarkan ibu hamil bangun rebah bangun rebah lagi..trims semoga bermanfaat ulasan singkat ini.