Jumat, 08 Mei 2009

konsumsi minuman beralkohol dan pengaruhnya di rongga mulut



Konsumsi minuman yang mengandung alkohol merupakan resiko terbesar bagi terbentuknya kanker di rongga mulut, sama juga seperti perokok dimana hal ini bisa memicu co-carcinogen. Kandungan alkohol yang terdiri dari etanol dituding menyebabkan keadaan ini,

Pasien dengan konsumsi alkohol mempunyai resiko kerusakan jaringan periodontal yang tinggi, juga erosi enamel.dan penelitian ini telah dipublikasikan oleh State University of New York at Buffalo School of Dental Medicine.Di penelitian ini 24 laki2 and 10 perempuan pada pusat rehabilitasi diinstruksikan untuk mengisi kuesioner dan dilakukan pemeriksaan rongga mulut setelahnya

Didalam penetian ini juga ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan rongga mulut dengan kondisi kronis seperti penyakit kardiovaskuler, penyakit periodontal pada populasi ini.

Salah satu minuman keras adalah anggur, anggur merupakan konsumsi bangsa mediterania. Pengerusakan gigi oleh anggur disebabkan oleh karena efek asam,(asam terbentuk dalam carbonic atau phosphoric acid yang bisa memecah calcium keluar dari enamel dan akan menciptakan suatu matrix yang lunak dan memungkinkan bakteri untuk memasuki gigi dan menciptakan efek karies yang parah). dan kandungan methanolnya. Minuman keras bisa juga bisa menimbulkan abrasi dari enamel/mahkota gigi.

Efek dari konsumsi alkohol ini bisa juga mengakibatkan kelainan yang terjadi bila seseorang menggunakan tembakau ( merokok a
taupun nginang/ menyusur), artikelnya tentang kelainan itu bisa anda klik disini

semoga bermanfaat bagi para tukang mabuk ...
wahaai engkau sekalian sadarlah.....


oooOOOooo


Kamis, 07 Mei 2009

RONGGA MULUT SEBAGAI BAGIAN INTEGRAL PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA

RONGGA MULUT SEBAGAI BAGIAN INTEGRAL
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA
Mochamad Fahlevi Rizal, drg., SpKGA
Staf Pengajar Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak FKG UI
Ketua Pengurus Daerah DKI Jaya Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI)
(Diterbitkan di Majalah Ikatan Dokter Anak Indonesia Medio 2008)

Permasalahan di dalam rongga mulut anak seringkali dipandang sebagai suatu hal yang tidak terlalu penting oleh orang tua. Anak yang memiliki karies pada giginya, bahkan dalam jumlah yang luar biasa banyaknya, tidaklah menjadi perhatian serius bila dibandingkan keluhan sakit kepala, batuk atau pilek yang pada dasarnya merupakan hal alami yang dijalani seorang anak sebagai proses pemaksimalan sistem imun terhadap infeksi di dalam tubuhnya. Sementara itu karakteristik kunjungan pasien gigi anak di Indonesia adalah berkunjung ke dokter gigi setelah menderita sakit sehingga menggangu aktifitas si anak. Sementara bila ditelaah lebih mendalam, kebutuhan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sejak dini akan sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya.

Pada dasarnya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut bukanlah sekedar dan sesederhana menggosok gigi dua kali sehari. Pembersihan rongga mulut hanyalah sebagian kecil dari upaya preventif untuk mendapatakan kondisi rongga mulut yang sehat sebagai bagian penting dari pertumbuhan dan perkembangan kraniofasial khususnya dan tubuh anak pada umumnya. Dalam pemaparan selanjutnya akan dibahas hal-hal yang dianggap penting untuk mempersiapkan anak balita agar mendapatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut yang opti
mal sebagai bagian integral pertumbuhan dan perkembangannya.


Anak ”Belajar” Untuk Memiliki Rongga Mulut yang Baik
Bila seorang ibu bertanya, ”kapan rongga mulut anak saya harus diperhatikan?”, maka jawabannya adalah ”sejak anak ibu lahir”. Tentu secara logika sederhana akan muncul pertanyaan selanjutnya, ”kenapa dan bagaimana caranya?”. Upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu proses pemelajaran bagi anak. Perlu waktu yang panjang dan upaya yang gigih dari orang tua untuk mendampingi proses pemelajaran ini. Banyak hal yang perlu menjadi perhatian, terutama dengan mempertimbangkan pertumbuhan dan perkembangan biopsikososial anak. Contoh sederhana adalah bayi yang menghisap ibu jari.
Telah kita ketahui menghisap ibu jari merupakan suatu prilaku bayi yang telah dilakukannya sejak masih di dalam kandungan. Ketika bayi itu lahir proses ini berlanjut sebagai upaya mencari kenyamanan sebagaimana yang dirasakannya ketika masih berada di dalam kandungan. Dalam upaya memahami proses pemelajaran anak tadi, maka ketika bayi lahir dan bayi itu melakukan upaya untuk menghisap ibu jarinya, seorang ibu dan orang-orang disekitarnya harus secara konsisten menjaukan ibu jarinya dari rongga mulut dan kenyamanan diupayakan salah satunya dengan memberikan ASI penuh kasih sayang. Proses menghilangkan kebiasaan ”buruk” ini membutuhkan waktu yang cukup lama, sampai bayi itu benar-benar terbebas dari kebiasaan tadi.
Bila kebiasaan ini berlanjut sampai lewat dari usia enam bulan, maka akan lebih sulit untuk menghilangkannya karena kebiasaan itu telah menjadi fokus utama pencarian kenyamanannya. Sementara itu kondisi rongga mulut akan mengarah pada pertumbuhan dan perkembangan yang negatif dengan gambaran klinis berupa palatum yang dalam, protusi rahang atas dan protraksi rahang bawah. Dalam perubahan yang ekstrim keadaan ini akan mencacat muka sehingga secara psikologis akan berpengaruh dalam kehidupan sosial anak di masa yang akan datang.

Mulai Makan Padat sejak Dini
Hal sederhana lain adalah upaya anak untuk belajar makan makanan padat. Kesibukan orang tua dengan dikompensasi menitipkan anaknya pada pengasuh, ternyata membawa dampak yang luar biasa pada balita untuk pemelajaran makan makanan padat. Anak yang tidak memiliki masalah pada saluran pencernaan, seharusnya sudah bisa mulai menerima makanan padat sekitar umur satu tahun. Proses ini membutuhkan tahapan untuk mencapai konsistensi makanan yang diinginkan. Dengan alasan anaknya tidak mau mengunyah karena ketika makan daging sering menyisakan ampas, atau seorang ibu takut anaknya tersedak bila makan yang padat, maka proposi pemberian susu dilakukan lebih besar dibandingkan makanan utamnya. Hal ini memberi efek anak semakin tidak mau makan padat karena terasa sudah kenyang.
Dari aspek perkembangan rongga mulut, hal ini membawa dampak negatif yang berkepanjangan dan orang tua tidak sadar bahwa kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembagan rongga mulut yang mereka temui di usia enam tahun merupakan kesalahan yang mereka lakukan sendiri terhadap anaknya di usia-usia dini. Anak yang memiliki kemampuan makan padat yang baik tentunya akan tercukupi secara gizi. Akan tetapi tidak hanya sekedar kecukupan gizi saja yang didapat anak tersebut, kemampuan mengunyah yang memang perlu dilatih dengan makan-makanan yang padat ini akan membawa dampak positif akibat stimulasi mekanis terhadap pertumbuhan rahang balita serta kekuatan otot di sekitar rongga mulut. Akhir-akhir ini sering sekali ditemukan kasus persistensi gigi susu ketika gigi tetap telah erupsi lebih dahulu, sementara gigi susu masih berada ditempatnya. Hal ini membuat arah pertumbuhan gigi tetap menjadi tidak menentu, dan bila ini dibiarkan akan menjadi salah satu penyebab maloklusi di masa-masa pertumbuhan anak berikutnya.
Hal lain dari makanan padat adalah kemampuannya untuk dapat melakukan self cleansing terhadap rongga mulut. Makanan padat dan juga serat dari buah dan sayur secara fisiologis akan memaksa mulut manusia untuk menggerus dan menghancurkannya sebelum masuk ke saluran pencernaan selanjutnya. Bersamaan dengan proses mekanis ini, biofilm (plak) yang terbentuk di permukaan gigi akan terbawa bersama bolus makanan. Bila diperhatikan pada anak yang memiliki karies yang luas, sehingga tidak mampu untuk mengunyah dengan baik atau bahkan tidak mau makan karena gigi yang sakit, akan membuat permukaan giginya menjadi kotor sekali dibandingkan dengan permukaan gigi yang sehat dan dipakai untuk mengunyah makanan. Efek oral hygien yang buruk adalah terbentuknya karies dan gingivitis pada anak.

Karies dan Gangguaan Tumbuh Kembang Anak
Karies pada anak akan membawa dampak panjang dan tidak hanya dihubungkan dengan penyakit infeksi akan tetapi berdampak pada pertumbuhan dan perkembangannya. Jaringan keras gigi yang telah terkena karies (sampai tercapai kavitasi) merupakan proses yang irreversible. Pilihan perawatannya adalah penumpatan, perawatan endodontik atau dalam kondisi yang begitu parah adalah ekstraksi (pencabutan gigi). Karies di daerah proksimal (sela antara dua gigi susu) akan membuat kontak antara dua gigi susu itu hilang. Hal ini membuat posisi gigi ini akan berubah secara horizontal akibat proses pertumbuhan dan perkembangan giginya. Bila pergeseran secara horizontal ini menjadi begitu ekstrimnya, bahkan sampai hancurnya mahkota sehingga dimensi interproksimal berkurang ukurannya, maka gigi tetap yang akan erupsi berikutnya tidak akan mendapat tempat yang cukup. Sementara rata-rata dimensi gigi tetap lebih besar dibandingkan dengan dimensi gigi susu.
Selain itu bila karies berada di daerah oklusal, ini akan membuat dimensi vertikal anak akan berubah lebih pendek, sehingga akan membuat dimensi vertikal gigi tetapnya akan mengikuti pola ini. Dan bila dilihat dari perbandingan simetrikal fasial yang terbagi atas sepertiga muka atas (dahi sampai glabela), sepertiga muka tengah (glabela sampai philtrum), dan sepertiga muka bawah (philtrum sampai menton) tentunya dimensi vertikal yang berubah tadi akan merusak kesimetrisan ini.

Hal lain yang berhubungan dengan karies adalah pemberian susu dalam jangka waktu yang panjang dan dengan cara yang salah. Orang tua yang menjadikan susu sebagai segala-galanya pada anak akan berbalik menjadi malapetaka bagi anak itu sendiri. Banyak terlihat anak balita minum susu dengan menggunakan botol susu dengan tidak benar. Ketidakbenaran ini terlihat dengan minum susu botol sebagai pengantar tidur atau minum susu dengan botol yang tidak sekedar untuk mendapatkan asupan nutrisi tetapi digunakan sebagai ”mainan” dengan membawa-bawa botol berisi susu tersebut berlama-lama di dalam mulut. Atau hal lain adalah masa penggunaan botol yang terlalu lama, bahkan ada yang menggunakannya sampai usia tujuh tahun, tidak sekedar menjadikan resiko karies yang besar akan tetapi juga resiko terjadinya maloklusi yang cukup signifikan. Sebaiknya di usia dua tahun cara pemberian susu tidak lagi dengan botol susu. Kembali kepada peran orang tua yang tidak menyempatkan waktunya untuk anak belajar minum melalui gelas dan fenomena intervensi anggota keluarga lain (nenek, kakek atau tante) membuat orang tua sulit untuk menentukan waktu dan cara yang tepat untuk terbebas dari kebiasaan ini.

Pathogenesis karies pada gigi susu, sebagai penyakit infeksi, tidak selesai sampai gigi itu mengalami kerusakan jaringan keras saja. Keadaan ini bila tidak dirawat akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan benih gigi tetap yang sudah ada di bawahnya dan sedang mengalami proses maturasi. Hipoplasia enamel merupakan hal umum terlihat pada gigi tetap yang riwayat gigi susu di atasnya mengalami karies yang parah. Hipoplasia enamel ini merupakan kelainan terhadap proses maturasi email akibat produk inflamasi yang terjadi di daerah apikal gigi susu yang mengalami karies pada anak balita. Kondisi paling paling parah dari keadaan inflamasi di periapikal gigi susu tersebut adalah terjadinya kerusakan bentuk dari benih gigi tetap di bawahnya dan ini tentu akan membawa dampak yang buruk pada pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya.


Kesehatan Rongga Mulut Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Hal-hal diatas hanyalah sebagian kecil fenomena klinis yang ditemukan pada anak balita. Masih banyak hal lain yang perlu mendapatkan perhatian yang mendalam tentang berbagai aspek yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Untuk itu perlu kiranya upaya pencapaian kesehatan gigi dan mulut ini disinergikan dengan upaya pencapaian pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh. Pemeriksaan intra oral dan evaluasinya perlu menjadi perhatian seluruh kalangan kedokteran.
Sampai saat ini di Indonesia perhatian terhadap kondisi intra oral pasien yang menjadi protokol perawatan pasien, baru dijalankan secara konsisten oleh sejawat spesialis/subspesialis jantung dan pembuluh darah, onkologi serta alergi dan immunologi. Untuk penanganan kesehatan anak, perlu kiranya sejawat spesialis anak menjadikan perhatian terhadap karies dan kelainan lain di rongga mulut serta evaluasi kebiasaan pemberian makan pada anak sebagai bagian protokol pemeriksaanya. Saran untuk melakukan pemeriksaan gigi ke sejawat dokter gigi di usia sekitar delapan bulan dan secara berkala melakukan pemeriksaan empat bulan sekali untuk anak balita, telah menjadi protokol standard kesehatan anak di negara-negara maju. Hal ini tentunya akan memberi kontribusi pada tercapainya kualitas anak di masa yang akan datang.

iema : pasak richmon untuk jembatan ?

iema dok,mw tanya nih,,kira2 mahkota pasak/richmond bsa dbwat jmbatan pd gi2 anterior pa ga??trz da efek smpng d kmudian hri pg?mkasi ya dok..n_n"


JAwab : hi iema.. bisa dibuatkan jenis seperti itu cuman harus dilakukan PerawatanSaluranAkar dengan baik, pengisian dengan baik biar tidak ada kebocoran via apikal dan harus diperhatikan besarnya pasak yang dipergunakan, yang paling kuat sebetulnya kamu bisa pake scre
w ( lihat gambar screw buat mahkota pasak )dan screw ini sudah banyak yang dijual d pasaran kok.
Intinya bisa dibuat dengan menggunakan komposit, setelah selesai bisa di crown. Pembuatan jembatan harus memperhatikan daya kunyah yang mengenai gigi abutment..prinsip perawatan yang kamu tanyakan tuh bisa..tetapi pehatikan hal hal yang saya sebut diatas tadi.
Okea/ sukses..!! salam dahsyattt..!!!!

Rabu, 06 Mei 2009

Yasmin dok, mau tanya hubungan pengecapan dengan mouthwash ..trima kasih..


drDondy:
hai yasmin, pengecapan terjadi pada organ lidah, di lidah terdapat sensor perasa yang namanya taste bud. Obat kumur sendiri mengandung beberapa komponen ; ada yang mengandung alkohol dan ada yang tidak. Kadangkala obat kumur yang mengandung alkohol membuat taste bud ini menjadi mati rasa, m
akanya di etiket nya biasanya tidak dianjurkan untuk segera sesaat makan minum setelah berkumur dengan obat tersebut, selain juga agar kandungan bahan aktifnya tidak cepat terbilas dan hilang`, dimana kandungan ini dibutuhkan dialam rongga mulut .

Tetapi bagaimanapun juga pemilihan obat kumur ini tdak boleh sembarangan harus sesuai dengan indikasi yang jelas, dan yang tahu tentang hal ini adalah dokter gigi.


Oke semoga bermanfaat penjelasan singkat ini.

gigi dan saraf mata


ndut apakah gigi berhubungan dg saraf mata?

JAWAB :
Betul sekali gigi berhubungan dengan saraf mata.Penjelasan ilmiahnya adalah sebagai berikut :
Serabut saraf yang terapat pada gigi baik rahang atas dan rahang bawah juga pada mata terhubung melalui saraf trigeminus ( ganglion gasseri ). cabang maxillaris ( rahang atas , yang berwarna merah muda--> lihat gambar )dan mandibularis ( rahang bawah--> yang berwarna biru )penting pada kedokteran gigi. ( lihat gambar )

Nervus ( saraf ) maxillaris memberikan inervasi ( persarafan) sensorik ke gigi maxillaris, palatum, dan gingiva.

Cabang mandibularis memberikan persarafan sensorik ke gigi mandibularis, lidah, dan gingiva.
Variasi nervus yang memberikan persarafan ke gigi diteruskan ke alveolaris, ke soket di mana gigi tersebut berasal nervus alveolaris superior ke gigi maxillaris berasal dari cabang maxillaris nervus trigeminus. Nervus alveolaris inferior ke gigi mandibularis berasal dari cabang mandibularis nervus trigeminus.
Sedangkan cabang dari ganglion gasseri ini yang ke mata disebut dengan nervus olfactorius, tetapi meskipun demikian pencabutan pada gigi atas tidak akan menyebabkan kebutaan..tentang hal ini pernah saya bahas di mitos yang tidak betul di dunia kedokteran gigi.

Silahkan dilihat pada tulisan pada blog saya yang terdahulu.

oooOOOooo

Selasa, 05 Mei 2009

hubungan air liur dengan sabu-sabu, hiposalivasi dan cara menjaga kesehatan ginggiva/gusi

  • tika dok apa hubungannya sabu2 sama saliva....

  • Guest dok tolong dijelaskan mengenai hiposalivasi serta hubungannya dengan karies.... terimakasih sebelumnya

  • lina dok tolong dijelasin hubungan sabu2 dengan hiposalivasi

  • lina dok tolong dijelaskan tentang hiposalivasi, faktor-fator penyebab dan akibat dari hiposalivasi. terimakasih sebelumnya dok..

  • wayan Dok, bagaimana cara memperoleh gigi yang sehat putih dan gusi merah muda...
Halo semuanya :

1. wayan :
gusi atau ginggiva yang sehat berwarna merah muda ( coral pink ) karena vaskularisasi yangbaik disana. Ingin mendapatkan gusi yang sehat tentu saja dengan menyantap makan makanan yang seimbang nilai gizinya. Juga jangan lupa untuk melakukan scaling atau pembersihan karang gigi rutin 6 bulan sekali.
Juga pada waktu sikat gigi gunakan tehnik pijat pada gusi, dengan menggunaka sikat gigi, tekan tekan daerah diantara pertemuan gusi dan gigi ( leher gigi / cervical gigi )


2. lina :
hiposalivasi berarti berkurangnya aliran saliva atau air liur dikarenakan berbagai sebab. saliva dalam rongga mulut berfungsi sebagai buffer atau penetral bila terdapat asam atau teradapat perubahan keasaman didalam mulut yangbisa mengganggu kesehatan gigi .

Bila saliva ini berkurang secara otomatis akan bisa menyebabkan air liur menjadi pekat / mukus dan fungsi dari saliva disini sebagai pelindung akan menjadi berkurang atau hilang. Hiposalivasi bisa disebabkan oleh karena dehidrasi, penyakit tertentu ( diabetes ) dan buntunya kelenjar salura
r liur dan beberapa penyakit lainnya bisa menggangggu flow atau aliran dari saliva ini.

3.Tita
: sabu sabu adalah amphetamine, bila menyebabkan hiposalivasi maka efeknya sama dengan yang saya sebutkan diatas tadi.
Tetapi efek dari obat ini adalah temporer.Bila obat ini dihilangkan maka pengaruh ke saliva akan hilang pula.


semoga bermanfaat ulasan ini...

Minggu, 03 Mei 2009

untuk dokter gigi : Hasil seminar di hotel Hyatt ( hotel bumi ) Surabaya : 2-3 mei 2009 'kiat sukses dokter gigi '





Di seminar yang saya hadiri kali ini membahas tentang kiat sukses dokter gigi, dijelaskan pada seminar tersebut bahwa kiat sukses adalah beberapa hal berikut ini .


1. Kenal potensi diri anda. Anda harus bisa memberikan sesuatu yang lain kepada kustomer ( pasien anda.. apa yang anda bisa tawarkan, dokter boleh sama tetapi anda harus mempunyai kekhususan sendiri

2. Tumbuhkan rasa emphaty . Buat kesan pertama yang menggoda, maksudnya jaga penampilan anda, cara berpakaian, bertutur yang santun, sikap yang hangat ke pasien dan lain lain , juga diperlukan management komunikasi yang baik, jadi kenapa dalam kurikulum kedokteran gigi ditaruh ilmu komunikasi diawal semester hal ini adalah untuk memberikan kterampilan komunikasi yang baik kepada pasien, sehingga bisa mengurangi gap miskomunikasi yang mungkin timbul.

3. hitung cost unit sesuai dengan keadaan anda. Maksudnya tarip anda tergantung dengan semua kelengkapan fasilitas alat bahan yang anda punyai

4. tentukan segmen mana yang anda bidik, hal ini mempengaruhi kualitas alat bahan dan sebagainya.

5. Juga yang menjadikan polemik adalah : apakah dokter gigi praktek itu sosial ataukah business ??? bahkan sempat pula antara moderator dan penyaji saling beragumen...hadeww...si narasumebr mengatakan bahwa praktek dokter adalah Bisnis..karena bagaimanapun pula si dokter mendapatkan income dari sana..sedangkan moderator menyatakana bahwa itu bukan bisnis, tetapi jasa yang wajar diterima. ( dimana bedanya yah ? )

Dan disebutkan oleh dr.Ario jatmiko, pakar bedah onkologi, yang membedakan dokter dengan businessman adalah : hatinya

Jadi sebenarnya mutlah seorang dokter harus mempunyai ilmu manajerial yang baik guna mengelola prakteknya.

Bidang Konservasi :
membahas tentang permainan warna pada tumpatan terutama anterior pada proses pembuatan veneer.

Warna pada gigi mempunyai pola yangberlainan antara bodi incisal servical dan sebagainya, hal ini lah yang harus kita pahami bila kita ingin memberikan warna yang senatural mungkin, terutama pada pembuatan veneer yang membutuhkan trascluency warna yang sangat bagus.

Bahkan dianjurkan pula bila dilakukan pengasahan bidan incisal perlu dibuatkan mamelon dan dibuat cukup dua cekungan saja untuk memberikan kesan natural pada gigi.

Dalam bidang etsa yang sekarang tersedia single etsa ( bonding dan etsa sekali jalan ), metode ini termasuk partial etsa. yang terbukti etsa yangbaik perlekatannya sebenarnya adalah metoda etsa dengan full etsa , yaitu cara konventional dengan menggunakan cairan asam dan bonding yang terpisah, justru cara kuno inilah yang terbukti mempunya perlekatan yang lebih baik.

Bidang perijinan dokter gigi

Harap diperhatikan bahwah perpanjangan ijin praktek drg harus mempunyai STR ( surat tanda registrasi ?
untuk drg lulusan lama harus mengumpulkan 30 skp yang dperoleh selama lima tahun. dengan perincian 21 skp dari murni disiplin ilmu, sisanya 9 skp dari baksos/karya ilmiah atau dari seminar lain2 yang menunjang disiplin ilmu kedokteran gigi.

untuk drg lulusan baru harus menjalani uji kompetensi dulu pada Perguruan tinggi yang dtunjuk oleh konsul kedokteran gigi indonesia.

Bidang endodontik
Menerangkan tentang perforasi pada foramen apikalis. Bila hal ini terjadi pendarahan harus dihentikan dulu dengan pemberian vasokonstriktor, setelah kering bisa diberikan pasta calcium hidroksida pada saluran akarnya guna merangsang pembentukan bridge dentin yang baru.

Demikian beberapa bahan dalam seminar yang memakan waktu selama 2 hari tersebut.


any comment ? tulis di shoutmix chat box sebelah kiri blog ini.


oooOOOooo